HomeDealer & DistributorDrum SetupCustom DrumGuestbook | ForumPasang IklanEmail the author

Apaan sih drum?
Belajar main drum & notasi
Rudiment
Tangan & posisi kaki
Teknik memukul
Selengkapnya...

10 hal kelebihan drum
10 tips penting
Belajar Bossa
Groove David Garibaldi I
Ide setup drum
Selengkapnya...

Pearl free floating snare
Zildjian K custom crash
Ahead stick
Mapex seri Mars
Paiste seri Alpha
Selengkapnya...

Professional Ternama
Professional
Semi pro & pemula
Cewe-cewe drummer
Drummer-drummer cilik
Profil band
Selengkapnya...

Tentang author
My setup
My band "Kepang96"

Solo drum: MP3 format
RealAudio format
Kirim demo kamu
Selengkapnya...

Forum KlinikDrum
Cerita & pengalaman
Guestbook
Sarana lainnya...


Dealer contact:

Drum Setup:


Yamaha DTXpress

Oleh Denny



What's Hot:
  • Mudah digunakan & mudah dikuasai
  • Banyak pilihan sound istrument, bukan hanya drum tapi juga alat musik lain dari rebana sampai Biola
  • Sama sekali tidak merusak stick drum
  • Mudah dibawa
  • Pedal hihat yg berfungsi seperti aslinya


What's Not:
  • Input untuk drum pad kurang banyak
  • Cymbal hanya memiliki single sensor
  • Kick menghasilkan suara 'extra'
  • Tidak bisa memainkan buzz roll dgn baik
  • Dinamic kurang luas
  • Sampling hihat tidak natural


Kenapa yang saya review versi lama dari DTX? Ini karena tiap hari, tiap pagi di IMI sebelum mulai mengajar saya selalu 'berkunjung' ke ruangan drum electric ini untuk pemanasan selama 1 atau 2 jam.

Terus terang saya blum pernah menggunakan set ini untuk tampil live ataupun rekaman. Tapi untuk latihan harian setup ini sudah lebih dari cukup. Saya tidak merekomendasikan setup ini untuk rekaman kecuali membuat demo saja. Yang pasti untuk membuat Demo akan menjadi sangat mudah karena sama sekali tidak perlu di mic setiap instrumennya. Cukup PPR, Plug, Play & Record.




Secara keseluruhan DTXpress sangat mudah dioperasikan, ibaratnya seperti Handphone Nokia, Yamaha juga mengadopsi 'human technology'. :) Tanpa manual pun saya yakin anda dapat mengoperasikannya.

Pilihan sound bukan hanya pada konfigurasi set, tapi juga pada suara yg lebih spesifik. Anda dapat menggunakan suara snare maple, suara bass drum Birch dan tom-tom Mahogany. Semua hanya berjarak tekanan tombol. Suara cymbal yg tersedia cukup banyak. Dan bukan hanya suara drum saja yg dapat anda mainkan, tapi juga suara perkusi, instrument lain, sound effect dll sampai dapat di tune dgn nada yg kita inginkan.



Pada brain DTX juga sudah tersedia lagu2 yang per-tracknya dapat dihapus, bilamana anda menghapus track drum, maka jadilah lagu tersebut minus one untuk latihan.

Yang paling saya suka yaitu drum electric sudah pasti tidak akan merusak stick anda. Walaupun stick anda terbuat dari sumpit sekalipun. :) Tapi hati, stick rusak justru dapat merusak pad yg terbuat dari karet.



Electric drum set ini juga mudah dibawa dan disetup. Bahkan semuanya dapat dilipat dengan mudah dan di simpan dibagasi mobil anda. Dan jgn lupa, karena ini drum electric anda tidak perlu satupun mic! :)

Saya suka sekali dgn fungsi pedal hihatnya. Walaupun pedal itu sama sekali tidak seperti pedal hihat, tapi suara yg dihasilkan sangat human. Jika anda menginjak dgn keras, maka pada saat hihat dipukul, suaranya akan rapat. Jika diinjak dgn cara di tap, suara hihat akan berbunyi seperti tekhnik hihat splash. Sepertinya, selain dari otak DTX, fungi hihat adalah yg paling rumit.



Kekurangan DTX ini adalah input instrument yg kurang banyak, jadi hanya memungkinkan anda untuk memainkan 5 piece drum set saja + cymbal ride, hihat & crash. Kicknya pun hanya dapat untuk memainkan oleh single pedal karena padnya kecil.

Cymbal pun kurang natural, karena hanya memilike single sensor. Dimanapun anda memukul cymbal crash walaupun di bellnya sekalipun, hasilnya tetap suara 'Cesss...!!". Kick juga menghasilkan suara yg tidak kita inginkan pada saat di mainkan.



Walaupun sensitivitas pad dapat diatur, snare drum tetap saja susah untuk memainkan buzz roll yg halus. Masalah ini pun bersangkutan dgn dinamic yg kurang luas. Percuma anda memukul keras tapi ternyata suaranya tidak dapat mengikuti pukulan anda.



Dan saya cukup kecewa dengan sampling suara yg panjang, karena pada akhirnya dapat anda dengar dimana suaranya tidak habis benar (ada suara yg terpotong).



Dari hasil review dapat disimpulan bahwa tekhnology DTXpress sudah cukup tertinggal jika dibandingkan DTXtreem. Tapi dengan price tag dibawah DTXtreem, sudah tentu DTXpress memang sesuai dgn harganya dan memang terbaik dikelasnya. :)

 
 

Home | Artikel | Review | Profil | Forum | Pasang iklan

Copyright 2000 - KlinkDrum.com.
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.