Kunjungannya berlangsung pada tanggal 9 Mei 2001, mulai dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Sebenarnya yang dikunjungi adalah 2 pabrik, yaitu pabrik alat-alat musik seperti drum, gitar listrik, amplifier gitar, gitar akustik sampai suling. Dan pabrik kedua adalah pembuatan motor sekaligus pembuatan hardware untuk drum. Pabrik alat musik Yamaha itu sendiri terletak di kawasan Indrustri Pulo Gadung, demikian juga pabrik motor & hardwarenya.
Pabrik Yamaha itu sendiri didirikan pada tahun 1989 mulai melakukan produksi pada tahun 1990 dan telah menerima sertifikat ISO-9002 di tahun 1998. Pada pabrik itu Yamaha mulai dengan membuat hardware drum terlebih dahulu pada tahun 1991 kemudian pembuatan drum baru dilakukan pada tahun 1995. Mereka (Yamaha) memindahkan pabriknya ke Indonesia karena indonesia kaya akan bahan-bahan kayu, metal, minyak dan tenaga kerja. Dan dengan itu maka harga drum yang dihasilkan dapat di cut down harganya tapi tetap dengan standart Yamaha yang tinggi. Memang, masih ada sebagian bahan yang di import dari luar seperti sebagian bahan metal dan kayu Piliphine Mahogany.
Pabrik ini dapat menghasilkan 60.000 set drum (5 piece) pertahunnya, dan 95% dari hasil tersebut di export ke seluruh dunia . Jadi jika anda melihat Yamaha Stage Custom Advantage/Standart di Amerika atau Eropa, itu semua berasal dari negeri kita sendiri, Indonesia. Cukup membanggakan bukan? :)
Untuk pabrik Yamaha sendiri mereka telah mempekerjakan 1.504 orang. Diantaranya 74 staff, 1.405 pekerja dan 25 lainnya.
Keadaan pabrik itu sendiri sangat bersih dan sangat teratur. Mesin-mesin yang digunakan memang canggih sehingga so pasti yang dihasilkan pasti seragam dan mempunyai kualitas dan suara yang bagus. Setiap alat musik yang tidak masuk standart Yamaha jika tidak dapat diperbaiki akan dihancurkan.
Kita berangkar bersama dari Yamaha di Jl Gatot Subroto dengan bus. Yang pertama-tama kita kunjungi adalah bagian pembuatan suling, terus terang saya baru tahu cara pembuatannya yang cukup unik. Bagian-bagian tertentu yang baru dicetak masih menempel satu sama lain layaknya seperti mainan Tamiya yang belum dipasang-pasang. :) Kemudian dilanjutkan ke bagian pembuatan gitar akustik, mulai dari pemotongan, pemasangan, pemolesan, pembuatan neck, pengecatan sampai pemasangan senar gitar. Demikian juga gitar listrik. Dan kemudian akhirnya bagian pembuatan drum yang dimana saya pada saat itu tidak bisa diam dan ternyata secara tidak sadar sudah menghabiskan banyak film untuk memotret. Lagi-lagi disitu banyak hal yang baru saya ketahui tentang bagaimana cara pembuatannya. Inilah beberapa foto pilihan yang hampir menghabiskan 1 roll dalam kurun waktu 3 menit.
Lembaran kayu untuk drum shell
Air seal system, disinilah proses pembuatan yang sangat mempengaruhi suara drum Yamaha yang dihasilkan. Shell drum itu dipanaskan dan dengan udara dari semua arah ditekan agar semua lapisan menempel dengan sempurna. Dan mempunyai shell yang bulat 100%.
Kemudian pada pinggiran dipotong agar lebih rata dan mempunyai panjang yang diinginkan.
Setalah dipotong menjadi shell dengan ukuran yang pas kemudian bagian luarnya di haluskan.
Untuk Stage Custom Standart finishingnya dilakukan langsung dengan tangan & tanpa lapisan lagi sehingga teksture kayunya jelas. Memang, pembuatannya simple tetapi memuaskan.
Pemolesan agar warnanya cerah dan mengkilap
Halaman berikut...