HomeDealer & DistributorDrum SetupCustom DrumGuestbook | ForumPasang IklanEmail the author

Apaan sih drum?
Belajar main drum & notasi
Rudiment
Tangan & posisi kaki
Teknik memukul
Selengkapnya...

10 hal kelebihan drum
10 tips penting
Belajar Bossa
Groove David Garibaldi I
Ide setup drum
Selengkapnya...

Pearl free floating snare
Zildjian K custom crash
Ahead stick
Mapex seri Mars
Paiste seri Alpha
Selengkapnya...

Professional Ternama
Professional
Semi pro & pemula
Cewe-cewe drummer
Drummer-drummer cilik
Profil band
Selengkapnya...

Tentang author
My setup
My band "Kepang96"

Solo drum: MP3 format
RealAudio format
Kirim demo kamu
Selengkapnya...

Forum KlinikDrum
Cerita & pengalaman
Guestbook
Sarana lainnya...


Dealer contact:

Drum Setup:


YGDC 2004 Report (the success of plan B)

Oleh Denny



The success of plan B. Maksudnya? Okay, sebenarnya konsep kompetisi Yamaha kali ini adalah yg pertama kali di Dunia dimana peserta dituntut untuk menyelesaikan komposisi suatu lagu. Sebelumnya, festival instrumental hanya sebatas membawakan lagu orang dimana peserta hanya dituntut dari segi skill bukan musikalitas. Karena jenis minus one yg digunakan Yamaha kali ini memang blank dari awal dan lagunya tidak dikenal, maka peserta di wajibkan membuat suatu komposisi lagu bukan sekedar mengulik saja.

Sssst... sedikit bocoran dari Yamaha, sebenarnya konsep ini adalah plan B (rencana B). Karena plan A tidak dapat di jalankan karena sulitnya mendapatkan izin dari artis yg lagunya akan dijadikan ajang festival. So, plan B adalah cara agar tidak memakai lagu orang sehingga tidak perlu ada pengurusan izin dll. 8 lagu yang dikarang khusus untuk kompetisi ini adalah murni karangan para personil Opera band & satu lagu oleh David 'Flush' (Inovator kompetisi 2004).



Menurut pandangan saya bersama Edo Widiz & Dicky Ferdiansyah selaku team juri nasional setelah menjuri di Surabaya, Balikpapan, Pekanbaru & Palembang dapat disimpulkan bahwa kompetisi kali ini jauh lebih seru. Kenapa? Karena setiap peserta tampil dengan beragam komposisi, tidak ada satupun peserta yang membawakan satu lagu dengan sama, semuanya beda! Penilaian team juri memang semakin kompleks karena harus mempertimbangkan nilai komposisi disamping skill, soul, tempo & performance. Tapi proses penilaian juga menjadi menyenangkan karena pasti ada hal yang baru pada setiap diri peserta.



Karena konsep seperti inilah maka dengan mudah juga terlihat bahwa peserta manakah yang sudah matang & dewasa dalam bermusik. Banyak para player dengan skill yang tinggi, tapi apakah musikalitasnya tinggi juga? Belum tentu, musikalitas bukan hanya dari otak, tapi juga dari hati.



Terus terang, banyak sekali player yg terjebak karena mengandalkan skill. Lagu minus one-nya pun seakan hanya mengiringi peserta itu solo saja. Yup, solo! Solo instrument dan membawakan lagu itu beda mas. :) Kalau solo, tanpa lagu pun tidak jadi masalah. Wong namanya Solo? :)

Berkali2 saya selalu menjelaskan pada akhir acara bahwa lagu pada minus one itu ibarat kamar kosong yang sudah dicat, sudah ada AC, Karpet dan wangi. Nah, komposisi peserta itulah yang berperan sebagai prabotan dan tata letaknya. Skill itu ibaratnya Guci mahal, jika guci itu di taruh sembarangan atau berjumlah terlalu banyak, maka Guci dan ruangan itupun akan terkesan murah atau ruangan bagus hanya terlihat seperti toko Guci. Make sense? Maka dari itu tatalah 'ruangan' tersebut dengan prabotan mewah tapi terusun rapi dan cukup, tidak berlebihan. Ruangan itu pun akan terlihat mewah dan nyaman. :)



Memang, masih sangat jarang saya menemukan peserta yang benar-benar matang. Dari 40 orang, biasanya hanya ditemukan sekitar 2-3 orang saja yang qualified.

Sekarang tinggal kita saksikan saja para calon jawara di Red Top hotel pada tgl 28 Agustus di Jakarta, it will be an awsome fight!

(pada saat menulis artikel ini, team juri belum menilai pada kota Makassar & Jogja.)




 
 

Home | Artikel | Review | Profil | Forum | Pasang iklan

Copyright 2000 - KlinkDrum.com.
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.